Friday, May 29, 2009

Masa depan Kapal Layar Pinisi

Salah satu Perusahaan Pelayaran di Eropah sedang menjajagi pemakaian “payung” yang diikatkan kepada haluan kapal.
Payung ini berupa payung terjun yang dapat diarahkan. (gliding parachute). Berbentuk empat segi panjang dan berkembang luas jauh diatas kapal barang ini. Diberitakan dengan memakai payung ini dapat diraih pengiritan kira-kira 10 % dari pembakaran bbm.

Di tanah air yang kita cintai ini, sudah tersedia warisan nenek moyang kapal-kapal pengangkut barang antar pulau yang tak bermesin.
Ialah Kapal Layar Pinisi.

Sekarang hanya menunggu dikembangkan serta dipermodern peralatan di kapal layar itu.
Serta “research” yang mendalam mengenai bahan yang dapat dipakai sebagai pengganti “kayu Ulin” yang mulai langka itu. Kayu Ulin hanya diperuntukkan untuk pembangunan kapal layar yang dibangun secara tradisionil. Hutan dimana Kayu Ulin tumbuh harus dijadikan Hutan Lindung.

Research dalam “hembusan arah angin” dalam bulan-bulan tertentu serta daerah-daerah tertentu diseluruh Nusantara.
Juga mengenai “luasnya” permukaan layar yang dapat menampung hembusan angin yang dapat menghasilkan kecepatan kapal yang semaksimum mungkin.
Juga mengenai tonnage kapal, apakah dapat diperbesar dengan sendirinya menambah jumlah tiang layarnya disetiap kapal.
Juga apakah dapat diciptakan layar disamping menampung hembusan angin juga menampung sinar matahari (solar panel).
Kemungkinan memasang alat penggerak memakai tenaga listrik (batre) untuk keperluan manuvering di pelabuhan serta keluar mausk pelabuhan.
Kemasan barang muatan yang dikhusukan bagi kapal-kapal layar Pinisi ini. Contoh, sejumlah karung beras atau cement diikat menjadi satu dengan cara diselimuti plastik dan dipasang “sling” untuk memudahkan serta mempercepat usaha bongkar - muat.
Peralatan navigasi yang mutakhir.
Pendidikan abk dengan biaya yang dapat dijangkau masyarakat banyak.

Dengan keadaan fisik pelabuhan di Nusantara ini, Kapal Layar adalah sangat cocok. Pemerintah tidak perlu membangun Pelabuhan kelas dunia, dengan perlengkapan dan peralatan yang serba muthakir dan mahal ( lapangan peti kemas,alat bongkar muat peti kemas, pengamanan peti kemas yang ditumpuk dilapangan dsbnya).

Suatu tantangan baru bagi Perguruan Tinggi Pelayaran di Nusantara.
“sextant” sekarang sudah merupakan barang hiasan di dinding dikantor-kantor Perusahaan Pelayaran. Men-check posisi kapal cukup dengan memijit satu tombol. (GPS dengan memakai satelit).

Pencemaran Lautan

Pencemaran Lautan biasanya diartikan dengan pembuangan sampah dari kapal dilautan lepas, atau pembuangan bbm serta pembuangan barang cair lainnya yang meresap dan ditampung dalam tangki-tangki antara dasar ruang palkah atau kamar mesin dengan dengan "kulit" badan kapal dibawah permukaan laut. Atau bbm yang bocor karena kapalnya karam atau tenggelam.

Baru-baru ini diberitakan bahwa ada 8000 kapal yang terdaftar di Dept. Perhubungan Laut. Walaupun tonnagenya kapl-kapal itu idak melebihi 5000 ton, namun jumlah kapal yang terdaftar ini saja sudah merupakan sumber dari pencemaran laut di Lautan Indonesia.

Apalagi dengan kemajuan teknologi dalam bidang kemasan plastik, air minum maupun makanan, dapat dibayangkan berapa banyak sampah yang dibuang di lautan Indonesia setiap harinya. Belum ditambah dengan kapal-kapal berbendera asing. Apalagi kalau Lautan Indonesia dilayari kapal-kapal pesiar secara teratur menyinggahi pelabuhan-pelabuhan di Nusantara. Dengan kapasitas penumpang ribuan, dapat dibayangkan berapa besar jumlah sampah yang dibuang dilautan lepas.

Kalau kapal yang terdaftar di Dept. Perhubungan Laut itu berawak kapal 25 saja (mungkin lebih), dan seorang abk minum air atau soda satu botol plastik sehari, berarti sampah dari botol plastik ini berjumlah 200,000 botol plastik per hari.

Dengan sendirinya, kalau sampah berupa botol plastik dibuang dilautan, akhirnya akan terdampar dipesisr pulau-pulau Nusantara.
Kalau dipesisir pulau itu ada penghuninya, kemungkinan besar botol-botol itu akan dibersihkan oleh penduduk setempat dan juga kemungkinan besar dipakai kembali sebagai barang kemas. Dengan risiko, kalau ada bacteria penyakit, tanpa disadari akan menyebabkan penduduk pulau itu akan terserang penyakit. Suatu persoalan baru bagi Pemerintah untuk mencegah hal ini. Tentunya diperlukan personel dan dana yang cukup besar. Tambahan akan Perbelanjaan Negara atau Daerah.

Kalau botol-botol itu terdampat di pulau-pulau yang pesisirnyya penuh dengan karang, jelas botol-botol ini untuk ratusan mungkin ribuan tahun yang akan datang akan menempel dikarang itu. Kemungkinan besar akan memperlambat pertumbuhan karang tersebut, yang mana akan mengurangi ikan-ikan disitu karena "habitat"-nya yang mengecil atau rusak sama sekali (karangnya mati).

* Pencemaran lautan bukan saja membuat "kotor" lautan, juga mengakibatkan ikan-ikan atau burung-burung dan tanaman laut (hutan bakau) lambat laun akan punah. Juga kemungkinan besar akan membawa penyakit kepada penduduk yang bertempat tinggal dipesisir pulau-pulau seluruh Nusantara.


Contoh ditasa baru "pengtroran lautan" yang dapat dilihat dengan mata.
Ada hal lain yang merupakan pengotoran lautan yang nomer wahid, ialah kapal-kapal yang melayari lautan Nusantara. Terutama kapal-kapal yang melayari Selat Malaka, Selat Sunda atau Selat Makassar.

Diberitakan bahwa The Guardian Surat Kabar di Inggris melaksanakan suatu "survey" mengneai "Pengotoran Lautan yang tak terlihat dengan mata kepala" yang dimana berita ini dimuat pada tanggal 23 Mei 2009.

Judul dari berita itu adalah sbb:
" 15 Kapal Barang yang terbesar di dunia ini sekarang ini mengeluarkan polusi udara sama dengan seluruh mobil yang ada dipermukaan bumi ini, yaitu sejumlah 780 juta mobil"

Kemudian artikel itu memberitakan bahwa satu kapal raksasa ini per tahunnya mencemarkan udara sama dengan 50 juta mobil.
Pencemaran ini merupakan penyebab dari penyakit "Cancer- asthma"
Bayangkan penduduk yang bertempat tinggal di pesisir Sumatera Utara bagian Timur, Lampung dan Banten, serta Pesisir Kalimantan Timur dan Sulawesi Barat, dan juga Kalimantan Barat dibagian Utara.



Pemegang nama kapal terbesar didunia ini sekarang dipegang oleh Perusahaan Maersk Line. Dimulai dengan Emma Maersk dan akan dibangun 7 kapal lagi serupa kapal Emma Maersk.
Kedelapan kapal itu panjangnya 397.7 Meter dan dapat mengangkut sejumlah 15,000 (linabelasribu!) lebih peti kemas ukuran 20 Ft. dengan kecepatan 25.5 knots ( 47.2 kilometer perjam). Pembangunan kapal barang yang lebih besar lagi ini hanya dibatasi oleh kapasitas dan besar kapal yang dapat melalui Suez Canal.



Bukan saja besarnya kapal yang menjadi andalan menjadi nomer satu didunia perkapalan, juga besarnya mesin penggeraknya.
Emma Maersk digerakkan oleh Mesin Diesel terbesar didunia. Tingginya sama dengan gedung bertingkat lima, dengan jumlah cylinders 14, dua tak mesin ini mengeluarkan tenaga 84.4. MW ( 14,800 daya kuda). Mesin ini membakar 16 ton bbm sejamnya atau 380 tons perhari bila berlayar dilautan lepas.
Kapal-kapal yang berjumlah di dunia 90,000 kapal - ini memakai bbm yang dinamakan "low bunker fuel". Dan mengeluarkan "sulphur" 2000 kali dibandingkan dengan bbm mesin diesel mobil.
90 % jumlah perdagangan dunia (by volume) ini diangkut oleh kapal laut.



Pengaturan akan polusi udara dilautan lepas yang diakibatkan oleh kapal-kapal dagang masih sangat rawan.
BBM yang dipakai oleh kapal-kapal barang ini adalah minyak sisa setelah minyak kasar disuling. Boleh dikatakan sama dengan ASPAL begtu ketalnya kalau dalam keadaan cuaca dingin, orang dapat berjalan kaki diatasnya dengan selamat.
BBM yang dipakai oleh 90,0000 kapal ini adalah minyak yang paling murah dan minyak yang paling banyak mencemarkan udara.
7.29 Juta barrels perhari yang dibakar dan 84 % minyak ini dekspor oleh Saudi Arabia.



Selanjutnya, The Guardian menulis dalam artikel itu sbb:
Dunia pelayaran adalah merupakan pencemar yang paling besar didunia ini.
Didunia ini ada 760 juta mobil, yang mencemarkan udara sejumlah 78,599 tons of Sulphur Oxides (SOx) pertahunnya.
Jumlah kapal yany 90,000 itu membakar kira-kira 370 juta bbm dan mencermarkan udara dengan 20 juta ton Sulphur Oxides.
Sama dengan 260 kali lipat pencemaran udara oleh seluruh mobil didunia.
Sebuah kapal raksasa ini mengeluarkan atau mencemarkan udara dengan 5,200 tosn Sulphur Oxides per tahunnya.
Jadi sejumlah 15 kapal raksasa didunia ini sama dengan pencemaran 760 juta mobil seantero dunia !


Korea Selatan Galangan Kapal STX, menyatakan bahwa mereka sudah menrancang pembangunan kapal raksasa yang dapat memuat 22,000 peti kemas. Panjang kapal ini mencapai 450 meter. Sudah terdaftar direncanakan bahwa ada 3,693 kapal baru yang mempunyai kepanjangnya melebihi 150 meter dimana diharapkan akan selesai dibangun dalam jangka waktu 3 tahun yang mendatang ini.
Untuk kapal-kapal baru ini saja, akan sama dengan jumlah 29 billions mobil di daratan permukaan bumi kita ini.

UN's Inbternational Maritime Organisation (IMO) mengeluarkan laporan tahun 2007 bahwa kemungkinan untuk menurunkan polusi sejumlah 10 % dapat dicapai pada kapal yang sudah beroperasi sekarang ini.
30 sampai 40 % lagi dapat ditrapkan pada kapal-kapal yang akan dibangun. Namun teknologi ini tidak dipakai atau ditrapkan sama sekali karena usaha penurunan polusi ini berdasarkan sukarela.

.

Polusi udara dari mesin-mesin kapal-kapal raksasa ini sudah disinyalir ada sangkut pautnya dengan penyakit pernapasan didaerah-daerah pesisir lautan yang sangat ramai dilalui kapal-kapal barang.
60,000 kematian dini (premature deaths) diseluruh dunia dikatakn disebabkan oleh polusi udara mesin-mesin kapal ini.
IMO, yang mengatur Pelayaran Dunia dengan anggota sejumlah 168 anggota, bulan October yang lalu mengundang-undangkan "standard mengenai bbm yang dipakai kapal-kapal laut. Pada tahun 2020 sulphur dyang dikandung bbbm untuk kapal laut harus dikurangi sampai mencapai 90%. NAmun bbm yang baru ini akan menaikkan harga bbm dua kali daripada bbm yang dipakai sekarang ini.

Karena apa tidak mengalihkan tenaga penggerak kapal-kapal raksasa ini dengan tenaga nuklir ?
Sejak tahun 1955 pemakaian Tenaga Nuklir untuk penggerak kapal sudah dipakai oleh Angkatan Laut.
Sekarang ini ada sekitar 150 kapal yang bertenaga nuklir, sebahagian besar adalah Kapal Selam.
Kapal Induk Angkatan Laut US kelas Nimitz, mempunyai kapsitas tenaga dua kali lipat daripada mesin kapal container raksasa.
Kapal induk jenis ini bertenaga 240,00 hp atau 208 MW. Bukan saja bertenaga besar, kapal induk jenis ini tidak memerlukan "refueling" untuk jangkla waktu 20 tahun. Malah kapal selam kepunyaan Perancis ada yang mampu tidak perlu diperbahauri reaktor nuklirnya sampai 30 tahun. Angkatan Laut AS mempunyai pengalaman lebih dari 5,400 "reactor years" tanpa ada satupun mengalami musibah. Sekarang ini ada 80 kapal bertenaga nuklir dalam Armada Angkatan Laut AS.

Saturday, February 28, 2009

Kapal Layar Kayu Warisan Nenek Moyang



Warisan nenek moyang ini hanya dapat dijaga kelanggengannya dengan usaha melindungi hutan dimana pohon untuk pembangunan kapal kayu itu tumbuh.
Hutan ini harus dijadikan “hutan lindung”. Hanya pohon yang cukup umurnya boleh di tebang dan dijadikan kayu. Itupun, kalau kayunya diperuntukkan bagi pembangunan kapal layar kayu.


Kapal Layar Mesin dan kapal layar penangkap ikan lepas pantai tidak dibenarkan untuk memakai kayu khusus ini. Harus dicari atau dialihkan bahannya ke kayu lain atau ke bahan reinforced fiber glass, misalnya.


Warisan nenek moyang ini akan langgeng mengarungi lautan Nusantara, kalau cukup banyak Kapal-kapal layar kayu yang menghubungkan satu pelabuhan dengan pelabuhan lainnya di seluruh Nusantara.


Kapal layar kayu, harus diberikan kelonggaran dalam mengurangi ongkos-ongkos pengoperasiannya. Mungkin dengan membebaskan pajak, pembayan yang rendah kalau sandar didermaga untuk waktu tertentu. Lewat waktu tertentu baru dikenakan pembayaran.


Diusahakan dalam usaha bongkar muat memakai derek didarat, ongkos menyewa derek ini dibebankan kepada sipengirim barang atau sipenerima barang. Peraturan untuk tidak memakai alat-alat derek dipelabuhan kapal layar ini, sudah kolot dan harus ditiadakan. Juga pemakaian alat-alat pembantu bagi buruh harus dijajagi. Mengganti cara buruh yang mengangkut karung-karung diatas pundaknya., serta berjalan diatas papan yang menghubungkan kapal dan dermaga. Umpamanya dipikirkan suatu “chute” dari kapal ke darat. Sehingga karung itu dapat jatuh meluncur kedermaga karena tarikan bumi (gravity)


Kapal-Layar Kayu diberikan trayek khusus dalam pelayaran dari satu pelabuhan ke pelabuhan lainnya. Umpanya untuk izin 1 kapal layar mesin namun 5 kapal layar kayu diizinkan melayani rute tersebut.


Kapal Layar Mesin, walaupun dipasang tiang layar dihaluan kapal, tetapi dalam pelayarannya tidak memakai layar sama sekali. Adanya tiang layar itu hanyalah usaha dalam menekan ongkos pajak, agar semurah kapal layar kayu. Lebih banyak Kapal Layar Mesin mengarungi lautan Nusantara, akan menjadi akibat utama dari kepunahan ketrampilan anak buah kapal dalam mengarungi lautan memakai tenaga layar (angin) dimasa depan.
Dalam dunia krisis energy, kita sudah mempunyai jalan keluarnya. Hanya sekarang perlu dipikirkan untuk memaksimalkan jalan keluar ini.


Harus ada Bagian dari DepHub untuk meneliti lebih jauh akan keberadaan Kapal Layar Kayu dari segi Historis, maupun dari segi ekonomis dan juga teknis dalam usaha memperpanjang usia kapal layar kayu. Mungkin coating bagi lambung kapal yang cocok dan membuat kayu menjadi lebih kuat serta tahan air laut. Pemakaian alat-alat navigasi yang mutakhir, penerimaan berita cuaca bagi seluruh Kapal Layar Kayu, terutama ramalan arah angin
.


Pembangunan pelabuhan baru atau memperbaiki pelabuhan yang sudah ada khusus bagi kapal-kapal layar kayu, perlu dilaksanakan secepatnya.


MangGih

Friday, February 20, 2009

Tulisan selanjutnya

Akan berusaha dalam tulisan selanjutnya mengenai kapal layar dari segi design.
Juga akan ditulis mengenai kapal layar mesin.
Kapal barang dan penumpang dengan kecepatan tinggi (25-30 knots)
Sebagai Liner Service dalam melayari route:
Belawan-Tg.Priok-Tg.Perak- Makassar.
Tg.Priok-Tg.Perak-Makassar-Menado
Tg.Priok-Tg.Perak-Makassar-Ambon- Banda-Merauke
Tg.Priok-Tg.Perak-Makassar-Ambon-pelabuhan-pelabuhan di pesisir Papua Utara

Akan diusahakan disertai dengan gambar/sketsa dan potret.

Pak Joe

Monday, February 16, 2009

Armada Semut


Saya ingin mengajak kawan-kawan semua untuk menoleh ke Perahu Layar atau kadang kala disebut sebagai Armada Semut.


Mengingat banyaknya jumlah Perahu Layar mengarungi lautan Nusantara, serta menyinggahi pelabuhan-pelabuhan yang tak pernah disinggahi kapal-kapal motor, Armada Semut ini merupakan salah satu pemangku Indomartimnomic.


Pertanyaannya adalah; Apakah Armada Kapal Layar kita ini dibiarkan beroperasi seperti apa adanya sekarang ini, atau perlu diberikan perhatian agar kapal-kapal layar ini disesuaikan dengan kemajuan jaman.


Usaha pertama adalah usaha dalam peralatan Navigasi dan Keselamatan di laut.
Dengan adanya satelit yang dioperasikan oleh LAPAN, bagaimana caranya agar satelit yang beredar diangkasa yang peluncurannya dibiayai Negara, juga dapat dinikmati oleh para operator kapal layar.
Dengan arti kata lain, kapal layar yang berlayar dilautan Nusantara sudah sewajarnya dilengkapi dengan peralatan navigasi memakai satelit.


Juga akan peralatan Keselamatan di laut. Seperti lampu-lampu untuk dinyalakan pada malam hari, dan peralatan komunikasi dengan satelit dalam keadaan darurat (memancarkan SOS secara automatis). Juga alat rambu dalam hal ini radio rambu untuk keperluan SAR.


Komuniksai tentang keadaan cuaca, yang disiarkan secara berkala oleh Lembaga Meteorology dalam hal mengramalkan keadaan cuaca. Siaran ramalan cuaca ini dapat diterima dengan gampang oleh setiap kapal layar yang berlayar dilautan Nusantara.


Pengadaan tenaga listrik di kapal-kapal layar. Listrik untuk dipergunakan sebagai tenaga yang dipakai untuk keperluan alat navigasi serta alat komunikasi. Tentunya juga untuk penerangan dan menjalankan peralatan listrik lainnya. Peralatan listrik seperti, alat untuk memasak nasi, memanaskan makanan dan juga peti es untuk menyimpan bahan makanan anak buah kapal layar.
Dan kalau tenaga dan ruangan memungkinkan, juga untuk menjalankan alat pendingin peti es dipalkah untuk menyimpan muatan ikan segar untuk dipasarkan di pelabuhan dikota besar.


Mungkin dengan peralatan electonic yang canggih ( computerized system), alat untuk mengukur kecepatan angin, serta memperhitungkan posisi layar untuk mendapatkan tiupan angin yang semaksimal mungkin.


Penelitian mengenai lambung kapal. Perlu dicoba bahan-bahan lain selain kayu untuk dipakai sebagai lambung kapal, misalnya re-inforced fiberglass atau aluminum.


Mendesign lunas kapal. Mungkin lunas berganda (catamaran), selain menaikkan kecepatan kapal juga dapat diciptakan ruangan muatan yang rata dan besar, sehingga dapat dipakai untuk mengangkut peti kemas yang ukurannya disesuaikan dengan keadaan fisik pelabuhan muat maupun pelabuhan bongkar.


Penelitian mengenai layar perlu juga dijajagi. Bahan layar umpamanya, meneliti bahan yang ringan, kuat dan tahan lama. Juga karena panjang kayu untuk tiang layar yang terbatas, perlu juga untuk meneliti bahan baru yang ringan, kuat dan cukup tinggi. Mungkin tiang aluminum umpamanya. Dengan penelitian layar, serta tiang layar yang lebih tinggi, memungkinkan untuk menampung tiupan angin yang semaksimal mungkin. Dengan artikata lain, kecepatan kapal layar akan bertambah. Dengan ketinggian tiang layar yang lebih tinggi, serta luas layar yang lebih lebar, memungkinkan untuk membangun kapal layar, akan membuka jalan pembangunan kapal layar baru dengan tonnage yang lebih besar. Berarti daya muat barang akan bertambah, penghasilan dari tarif mengangkut barang akan naik tentunya.


Dengan kemungkinan dapat membangun kapal layar yang lebih besar, tentu diperlukan tenaga penggerak mesin. Tertama dalam usaha masuk dan keluar pelabuhan atau dalam keadaan darurat. Namun dengan menambah tenaga penggerak kapal dengan mesin, jangan sampai keahlian berlayar dilautan Nsantara dengan layar bagi abk menjadi kendor.


Juga jenis mesin perlu diteliti. Diutamakan jenis mesin yang paling irit bahan bakar. Apakah mesin diesel yang langsung mengerakkan baling-baling atau mesin diesel- generator listrik dan motor listrik yang menggerakkan baling-baling. Untuk memudahkan dalam merapat dan melepas dari dermaga apa perlu dipakai motor listrik yang menjadi satu dengan baling-baling dan unit ini dipasang didalama air.. Motor listrik dan baling-baling dapat berputar 360 derajat.


Pembuatan kapal layar akan tetap dapat berjalan dengan baik, asal ada bahan kayu yang cukup untuk pembangunan kapal baru. Namun kalau keahlian berlayar dengan layar menurun, karena pemakaian mesin, industri kapal layar akan mati suatu waktu karena tidak ada anak buah kapal yang cukup trampil berlayar dengan layar. Lambat laun, warisan nenek-moyang kita akan keahlian berlayar dengan layar akan punah. Juga harap diingat, kejadian dimana harga bbm yang mahal, tidak akan banyak pengaruhnya kalau kapal layar itu berlayar dengan tenaga angin sebanyak mungkin selama perjalanan dari satu pelabuhan ke pelabuhan lainnya. Dan tidak terlalu besar mengandalkan kepada tenaga mesin dalam pelayarannya.


Mungkin suatu waktu, karena cukup peralatan navigasi dan peralatan keselamatan dilaut, serta dengan design baru dapat ditambahkan ruangan penumpang. Dengan demikian dapat mengangkut barang dan penumpang. Suatu pintu baru dalam usaha turisme. Berlayar di lautan Nusantara tanpa ada bunyi mesin. Yang didengar hanyalah suara layar dihembus angin, dan tidur dialam terbuka, langit penuh dengan bintang-bintang berkelipan.



Mungkin untuk membangun kapal barang bermesin memerlukan biaya puluhan juta USD untuk satu kapal.
Kalau ongkos yang sama dapat membangun puluhan kapal layar yang modern dan efficient, tentunya lebih baik menambah puluhan kapal layar itu dari pada menambah satu kapal barang bermesin.


Juga dunia perbankan harus lebih berani untuk mengucurkan pinjaman ke Industri Pelayaran Nusantara. Pinjaman untuk membangun kapal baru, kapal layar atau kapal layar mesin atau kapal barang bermesin besar. Menamakan diri Negara Bahari, namun pinjaman Bank yang dikucurkan ke dunia Maritim Indonesia hanya 0.9 % (Kompas May/08).


Indomaritimnomic……akan berkembang kalau kita benahi dahulu apa yang tertulis diatas.


1. Uluran tangan Pemerintah sangat diperlukan. ( Dalam pembangunan Pelabuhan baru maupun pembaharuan Pelabuhan yang sudah ada). Juga dalam pelatihan anak buah kapal berlayar memakai tenaga angin.
2. Campur tangan Perbankan harus lebih banyak.
3. Research dan Development akan kapal-kapal yang cocok untuk Pelayaran Nusantara ( kapal bermesin dan/atau Kapal Layar).
4. Bantuan dari luar neger iterutama dari Negara Maju harus dijajagi dalam mencari dana Pembuatan Kapal Baru. Apakah itu berupa Grant, Soft Loan dengan angsuran dalam jangka waktu yang lama.


Point 1 s/d 4 diatas merupakan prioritas pertama, dari Pemerintah serta Industri Pelayaran Nusantara.


Bahasa Indonesia mempersatukan Bangsa, memudahkan berkomunikasi.


Pelayaran Nusantara mempersatukan Bangsa, memudahkan berpergian antar pulau.




pak Joe